Kesempatan Untuk Berjilbab

Alhamdulillah, sudah hampir 4 tahun aku memakai jilbab. Yah walaupun belum sempurna, tetapi aku selalu berusaha untuk menjaganya. Tidak ingin disini dipakai disana dilepas. Aku bangga dan merasa nyaman memakai jilbab 🙂

Sebenarnya keinginan untuk memakai jilbab sudah ada ketika aku masih SMA kelas XI. Keinginan itu sempat aku utarakan kepada orang tua, tetapi mereka menyarankan kalo sudah kuliah saja memakainya. Sebenarnya sempat jengkel juga. Tapi lama-lama aku memakluminya. Aku sadar aku dari keluarga yang sederhana. Kalo di kelas XI aku memaksa untuk memakai jilbab, orang tua harus mengeluarkan uang lagi untuk membuatkanku ‘seragam sekolah yang panjang’. Pikir mereka mungkin tanggung juga tinggal sebentar lagi, aku sudah kelas XI, bentar lagi naik kelas XII dan lulus 😀 Yasudah aku maklumi saja, yang penting tetap berusaha untuk menjaga diri.

Ketika kesempatan untuk berjilbab datang, begitu senangnya hatiku 😀 Sebenarnya dulu belum terlalu mengerti tentang perintah untuk berjilbab. Aku memakai jilbab ya hanya sekedar pakai, yang penting menutupi apa yang memang wajib ditutup dan aku memang merasa senang sekali memakainya 😀 Tapi lama kelamaan aku tahu kalo memakai jilbab itu WAJIB hukumnya.

Ada yang bilang memakai jilbab itu tidak wajib hukumnya, yang wajib adalah menutup aurat. Lah kalo aurat dari ‘leher kebawah’ tertutup tapi tidak memakai jilbab sehingga  rambutnya masih kelihatan, bagiku mah itu sama aja tidak menutup aurat, rambut kan juga termasuk aurat perempuan :p

Oh ya, dulu aku pernah mendengar seorang teman berkata, “lebih baik menjilbabi hati dulu baru berjilbab”. Heeeemmmm….. sebenarnya aku tidak setuju dengan pendapat itu. Siapa yang menjamin hati kita akan terjilbabi ? Apa ‘patokan’ mereka menganggap kalo hatinya sudah terjilbabi ? Ketika ingin melakukan sesuatu yang baik (memakai jilbab) kenapa harus bersyarat (menjilbabi hati)  terlebih dahulu ?

Rasanya juga sedih melihat teman yang jilbabnya ‘lepas pasang’. Pergi kesini berjilbab pergi kesana tidak. Bahkan ada yang berani memasang foto tanpa jilbab di medsos seperti twitter, facebook, dll. Demi apa semua itu ? Apa mereka menganggap kalau akan terlihat lebih cantik jika mereka menanggalkan jilbabnya ? Yah seandainya mereka beranggapan demikian, bukankah lebih baik kalau kecantikan itu diperihatkan atau diperuntukkan kepada orang yang memang berhak untuk melihatnya ? 🙂

Aku berterima kasih kepada Allah, yah walaupun hatiku belum berjilbab, tetapi Dia telah menyadarkanku terlebih dahulu akan kewajiban untuk memakai jilbab, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 33 yang artinya :

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan sekarang kesempatan untuk berjilbab ini telah datang kepadaku. Aku tidak ingin menyia-nyiakannya. Teringat dulu bagaimana rasanya ketika kesempatan itu belom datang kepadaku 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s