Ketika Pengalaman Adalah Sebuah Pembelajaran

Pagi ini Ayah sms, “nek numpak motor, Bismillah el” (Kalo naik motor, Bismillah).
Aku baca berkali-kali smsnya, tetapi ntah kenapa enggan sekali untuk membalasnya walaupun sekedar “iya” atau “In Shaa Allah”.

Hampir seharian ini, saya habiskan waktu di kampus. Jangan ditanya ngapain mahasiswa tingkat akhir kok seharian di kampus, karena hanya ada satu alasan yang “memaksa” kami (mahasiswa tingkat akhir) betah seharian di kampus. Menunggu dosen! Yahhh, apalagi! Mau tidak mau ya harus mau!

Sepertinya….. Sebelum berangkat ke kampus saya lupa membaca Bismillah (doa), seperti pesan Ayah. Saya terlalu fokus dan asyik dengan urusan dunia, sampai-sampai lupa memuji dan memohon perlindungan kepada Maha Pencipta.

Selesai urusan kampus, kurang lebih pukul 15.40, saya pergi ke ATM BTN bersama dengan teman saya, Rini. Kala itu saya belum sholat Asar! Malah dengan sengaja saya menundanya!
Saya dengar syetan berbisik, “ah nanti saja sholatnya, ke ATM kan nggak lama, paling cuma 30menit, sampai kos paling lambat pukul 14.30, masih ada waktu buat sholat”, dan saya pun mengikuti bisikannya 😦

Alhamdulillah, perjalanan ke ATM BTN lancar aman terkendali 😀
Tetapi ketika di perjalanan pulang dari ATM BTN, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, dan semoga hanya sekali ini saja, saya kecelakaan!

Posisi saya kala itu ditabrak. Perut kanan saya terbentur bagian depan sepeda motor si penabrak. Yang saya ingat, semuanya berubah jadi gelap setelah itu, dan saya tersungkur ke aspal. Setelah berhasil menguasai kesadaran kembali saya duduk sambil memegangi perut yang sakit. Sakiitnya sangattt.. Bukan hanya perut saya yang sakit, tapi nafas saya juga sesak.

Cukup lama saya duduk di pinggir jalan sambil meredakan rasa sakit bersama Rini dan si penabrak tadi. Ada seorang bapak yang menawarkan untuk dibawa ke polisi tapi saya menolaknya, bisa panjang urusannya. Dan bapak barusan juga menyarankan supaya saya menyita KTP si penabrak tadi. Rasa-rasanya saya tidak sampai hati. Memang posisi saya ditabrak, tetapi bukan berarti 100% adalah kesalahan si penabrak. Saya pikir ini juga kesalahan saya yang kurang sabaran, walaupun itu adalah jalur saya, sedangkan si penabrak tadi posisinya mau menyebrang. Seandainya saya mengalah, mungkin akan lain ceritanya.

Sebelum saya dan Rini memutuskan untuk pulang, si penabrak tadi memberikan nomer HP-nya jika besok ada apa-apa dengan saya terkait kecelakaan ini.

Di perjalanan pulang rasanya mau pingsan, perut mual pengin muntah bawaannya, tapi saya tahan-tahan. Yang membuat hati saya tidak tenang adalah, saya belum sholat Asar! Akhirnya setelah sampai kamar kos saya langsung sholat Asar (pukul 17.10) dengan posisi duduk, karena perut teramat nyeri jika dibawa berdiri. Maaf, bukan maksud saya untuk riya’ menceritakan ibadah yang seharusnya hanya Allah dan saya yang tahu, tapi niat saya hanya ingin berbagi cerita, dengan harapan cerita ini (semoga) bermanfaat untuk kalian 🙂

Saya menyesal sekali sudah menunda waktu sholat Asar. Seandainya saya memutuskan untuk sholat Asar terlebih dahulu….. 😦

Kalaupun saya sudah sholat Asar dan terjadi kecelakaan, setidaknya saya bisa sholat dengan posisi berdiri sempurna. Apapun itu, saya percaya semuanya terjadi atas izin Allah. Dan saya bersyukur, Allah masih memberikan kesempatan saya untuk melakukan sholat Asar 🙂

Pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian hari ini adalah:
1. Jangan menunda sesuatu yang baik, apalagi jika itu adalah kewajiban. Misalnya sholat. Mungkin waktu sholat memang panjang, tapi belum tentu umur kita ‘sepanjang’ waktu sholat tersebut.
2. Lebih baik mengalah ketika sedang berkendara
Saya pikir mengalah tidaklah membuat kita hina. Mengalah dalam hal berkendara bukan hanya melindungi diri sendiri tetapi juga orang lain.
3. Jangan lupa berdoa ketika akan bepergian 🙂

 

 

Yogyakarta, 30 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s