Belajar Menghargai dan Memanfaatkan Waktu

Menunggu adalah sesuatu yang membosankan. Apalagi menunggu tanpa ada sesuatu yang harus dilakukan. Waduh, rasanya teramat sangat membosankan. Benar-benar mati gaya. Yang biasanya 5 menit terasa cepat, hanya karena menunggu, 5 menit terasa seperti 1 jam lamanya. Waktu terbuang percuma.
Berbeda ketika kita menunggu dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat, seperti membaca, menulis, berdzikir, berinteraksi dengan orang lain, dan hal bermanfaat lainnya. Lamanya menunggu mungkin masih terasa, tetapi setidaknya waktu kita tidak terbuang percuma. *Bagiku berinteraksi dengan orang lain mempunyai banyak manfaat (selama tidak melakukan ghibah), mulai dari belajar berkomunikasi, menyambung silaturahmi, sampai bertukar ilmu atau bisa mendapatkan ilmu baru dari orang yang kita ajak berinterkasi.*
Yah, seperti yang saya lakukan sekarang. Sembari menunggu dosen, saya memilih untuk belajar menulis lewat blog, daripada bengong tanpa hasil. Biasanya saya menyelipkan novel ke dalam tas ketika hendak pergi ke suatu tempat karena saya berpikir, sering kali kita tidak bisa terlepas dari yang namanya “menunggu”, entah itu menunggu angkutan umum, menunggu dosen pembimbing, menunggu antrean di bank, menunggu jodoh (*eh), dll. Ini adalah salah satu usaha yang saya lakukan untuk mengurangi rasa bosan ketika sedang menunggu. Dengan cara seperti inilah sedikit demi sedikit saya berusaha untuk belajar menghargai dan memanfaatkan waktu.

“Success will never be a big step in the future, success is a small step taken just now”
Jonatan Martensson

Yogyakarta, 3 Juni 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s